Optimalisasi Administrasi Desa Menuju Kemandirian (Kolaborasi Responsif Optimalisasi Administrasi Desa)
DOI:
https://doi.org/10.55638/jsepkm.v3i1.694Keywords:
Administrasi Desa, Pelayanan Publik, Kolaborasi Responsif, Digitalisasi, Pemberdayaan MasyarakatAbstract
Sapa Publik merupakan kegiatan pengabdian berbasis kolaborasi yang diarahkan pada optimalisasi administrasi desa menuju kemandirian melalui penguatan pemahaman pelayanan administrasi, dialog dengan pemangku kepentingan desa, dan praktik penyusunan dokumen administrasi. Kegiatan dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Makassar di Aula Kantor Desa Bontolempangang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros pada 30 April 2026. Sasaran kegiatan meliputi perangkat desa, admin desa, dan kelompok Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK), dengan mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan mitra pembelajaran. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-deskriptif melalui koordinasi, penyampaian materi, dialog, workshop, praktik penyusunan surat administrasi, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara antusias dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme pelayanan administrasi desa, struktur surat-menyurat, serta pentingnya pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel pada era digital. Praktik langsung membantu peserta memahami penerapan materi dalam konteks administrasi desa. Kegiatan juga memperkuat interaksi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Meskipun terdapat kendala teknis dan keterbatasan partisipasi sebagian anggota tim, kolaborasi antar pihak memungkinkan kegiatan berjalan sesuai rencana. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis dialog dan praktik dapat menjadi sarana penguatan kapasitas administrasi desa sekaligus ruang pembelajaran mahasiswa dalam mengimplementasikan prinsip pelayanan publik.

