Komunikasi Siswa dalam Membangun Budaya Anti Kekerasan

(Studi kasus penanganan cat calling di SMKN 10 Makassar)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.55638/sosiopraxis.v1i3.501

Keywords:

cat calling, kekerasan verbal, kekerasan nonverbal

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) pola komunikasi siswa dalam merespons dan menghadapi cat calling di lingkungan sekolah, serta (2) faktor penyebab perilaku cat calling dianggap candaan wajar oleh sebagian siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di SMKN 10 Makassar, dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap siswa korban, pelaku, guru BK, serta wali kelas. Data dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi siswa korban cat calling awalnya pasif (diam, menghindar nonverbal), berkembang ke komunikasi tidak langsung dengan teman sebaya, lalu melaporkan ke guru BK saat mendapat perlakuan berulang, dipengaruhi rasa malu dan kurangnya kepercayaan diri. Faktor penyebab normalisasi cat calling meliputi pengaruh teman sebaya, media sosial, norma budaya lokal (seperti diksi Bugis-Makassar), serta rendahnya pemahaman dampak psikologis, di mana pelaku menganggapnya sebagai bentuk keakraban tanpa niat jahat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya memperkuat rasa empati kepada sesama siswa dengan mengedepankan nilai budaya sipakatau kepada sesama siswa

Downloads

Published

2026-05-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Komunikasi Siswa dalam Membangun Budaya Anti Kekerasan: (Studi kasus penanganan cat calling di SMKN 10 Makassar). (2026). Socio-Praxis Journal: Komunikasi, Publik, Bisnis, Fiskal, Perpustakaan Dan Sains Informasi, 1(3), 1-15. https://doi.org/10.55638/sosiopraxis.v1i3.501