Dinamika komunikasi keluarga: Pengalaman Perempuan Bugis menghadapi harapan keluarga dan keinginan pribadi dalam pernikahan
DOI:
https://doi.org/10.55638/sosiopraxis.v1i2.447Keywords:
harapan keluarga , komunikasi keluarga, keinginan pribadi , perempuan bugis, proses pernikahanAbstract
This study aims to understand the dynamics of family communication in the married lives of Bugis women and how Bugis women experience facing personal expectations and desires in the marriage process. Using a qualitative approach with phenomenological methods, data were collected through in-depth interviews. The results show that communication within the family tends to be dialogic and participatory, allowing Bugis women to express objections or desires politely and openly. Bugis women are not completely subject to cultural pressures, but are able to navigate family expectations while maintaining their autonomy through negotiation, open dialogue, and a rational emotional approach. This study provides theoretical contributions to the study of family communication and practical contributions to women's empowerment in the domestic and cultural spheres.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana dinamika komunikasi keluarga dalam kehidupan pernikahan perempuan bugis dan bagaimana pengalaman perempuan bugis menghadapi harapan dan keinginan pribadi dalam proses pernikahan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam keluarga cenderung bersifat dialogis dan partisipatif, memungkinkan perempuan Bugis untuk menyampaikan keberatan atau keinginan secara santun dan terbuka. Perempuan Bugis tidak sepenuhnya tunduk pada tekanan budaya, melainkan mampu menavigasi harapan keluarga dengan tetap mempertahankan otonomi diri dengan cara negosiasi, dialog terbuka, dan pendekatan emosional yang rasional. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap kajian komunikasi keluarga dan praktis dalam pemberdayaan perempuan dalam ranah domestik dan budaya.

